Click this!!!

Postingan Terbaru


Selasa, 30 Agustus 2016

Mantagi "Ota Lapau Kami"

Oleh Acet Asrival

Hujan turun sajak subuh. Sampai pukua salapan pagi, hujan alun taduah. Katiko hujan turun di pagi hari libur ko, banyak urang tuo-tuo awak nan pai ka lapau untuk minum kopi sambia bacarito jo kawan nan lain. Sabananyo bisa sajo mangopi tu di rumah, tapi ndak taraso lamak nyo jiko ndak samo kawan-kawan sambia maota-ota a nan takana jo a nan sadang angek dibaritokan kini. 


Begitulah fenomena yang tak berkesudahan di nagari kito nan tacinto ko. Oi dunsanak kasadonyo! Bacarito pulolah awak bak cando rang di lapau tu. Bia awak ndak katinggalan barito nan sadang heboh kini ko. Samo tau lah awak, barito dari media kini ko tentang kenaikan harago rokok. Hargo rokok nan naik indak tanggung-tanggung. Bisa dibayangkan jiko harago rokok mencapai 50.000/bungkuih. Waw…  amazing! 

Kenaikan harga rokok yang diberitakan Dari berbagai media lokal maupun nasional, membuat polemik di media sosial. Ada yang pro dan ada yang kontra. Yang pro tentunya karena adanya kepentingan. Kepentingan yang dikarenakan berbagai sebab. Sebab ingin menyelamatkan para pengkonsumsi rokok dari penyakit yang berbahaya, dari kerusakan ekonomi, dan dari problem-problem yang ditimbulkan dari mengonsumsi rokok tersebut. Sebab lain adalah untuk menyelamatkan para anak dan remaja yang sudah terjebak dalam mengkonsumsi rokok. Dan berbagai kepentingan lain yang membuat setiap orang bisa mendukung kebijakan pmerintah untuk menaikkan harga rokok dari biasanya. 

Adapun yang kontra itu wajar. Wajar saja bahkan. Kewajaran itu juga dikarenakan kepentingan. Kepentingan yang disebabkan karena satu dan lain hal. Seperti pengkonsumsi rokok yang kesulitan untuk mendapatkan rokok. Kepentingan dari para pedagang yang mendapatkan penghasilan dari penjulan rokok. Kepentingan para pekerja di pabrik rokok yang berpotensi terkenanya Pe-Ha-Ka- 

Nah pro dan kontra itu sama-sama kuat. Sama-sama mempunyai kepentingan. Bagi para perokok, kenaikan harga rokok tentu sangat mengejutkan dan menjadi trending topik mereka ketika berkumpul dengan teman-teman perokok lainnya. Bukan mudah untuk menghentikan candu pada rokok itu. Yang ada justru yang ”terbiasa” merokok akan berpikir keras bagaimana caranya agar tetap bisa merokok seperti biasanya. Lalu apa yang akan terjadi? 

Bila dilihat dari dua sisi, tentu akan terlihat sisi positif dan negatif yang disebabkan kenaikan harga rokok itu. Sisi positif bisa saja tujuan dinaikkannya harga rokok adalah demi kepentingan umat (baca: orang banyak). Agar rakyat di Indonesia ini bisa berpikir cerdas untuk tidak menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dalam hidupnya. Agar para generasi ke depannya bisa terselamatkan dari bahaya merokok. Dan menutup kemungkinan akses para anak-anak dan remaja untuk mendapatkan rokok tersebut. Dan memberikan efek jera bagi pengguna rokok untuk mengurangi dan meninggalkan kebiasaan merokok itu. 
Kemudian lihat pula sisi negatif yang akan timbul akibat kenaikan harga rokok. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang akanberdampak pada ekonomi dan social masyarakat. Dan dapatkah jika kenaikan harga rokok itu diatasi kemungkinan-kemungkinan tersebut?\

Hujan lah taduah. Matoari lah timbua. Nan di ateh meja la baserak abu jo putung rokok. Kopi lah tandeh di galeh. Ota lah sayuik-sayuik sampai. Lapau lah langang balik. Nan ota santa ko masih tagiang di talingo masing-masing. Sampai di rumah lah mulai baper bak cando mudo-mudo kini. Hehe!   

 [Mahasiswa STAI-PIQ Sumbar. Bergiat di FLP Sumbar] 
Terbit di Koran Singgalan, edisi, Minggu (28/08/2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. FLP Sumbar: Mantagi "Ota Lapau Kami" . All Rights Reserved
Template modify by Creating Website. Remodified by Aini